Sawahlunto (Kota Hongkong Diwaktu Malam )Saat Ditetapkan UNESCOTambang Batubara Ombilin Sawahlunto   Warisan Dunia 

3367

Metro Padang.com – Peninggalan tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto resmi masuk ke dalam daftar warisan budaya dunia The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto.
“Ini membutuhkan perjuangan yang sangat luar biasa, sejak tahun 2015 dengan perjuangan panjang akhirnya membuahkan hasil, Alhamdulillah .. tambang Batu Bara Ombilin Sawahlunto masuk dalam UNISCO,” ungkap Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno saat meresmikan dua proyek pompa irigasi tenaga surya pertama di Desa Talawi Hilir, Kecamatan Talawi, dan jembatan Lakuak Code di Desa Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Senin, 8 Juli 2019.
Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto resmi ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Selain Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto, terdapat 35 situs lain di dunia yang ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO pada 2019. Dari siaran pers yang diterima KompasTravel dari Sekretariat Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO, Sabtu (6/7/2019), Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto unggul dalam dua kategori Nilai Universal Luar Biasa (Outstandting Universal Value) sehingga terpilih menjadi Warisan Dunia UNESCO.
Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto menunjukkan adanya pertukaran informasi dan teknologi lokal dengan teknologi Eropa terkait dengan eksploitasi batubara di masa akhir abad ke-19 sampai dengan masa awal abad ke-20 di dunia, khususnya di Asia Tenggara. Sedangkan kriteria iv tentang contoh luar biasa dari tipe bangunan, karya arsitektur dan kombinasi teknologi atau lanskap yang menggambarkan tahapan penting dalam sejarah manusia. Patung orang rantai terpasang di kompleks Museum Tambang Lobang Mbah Soero yang merupakan tambang pertama Belanda di Kota Sawahlunto.
Keunikan Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto menunjukkan contoh rangkaian kombinasi teknologi dalam suatu lanskap kota pertambangan yang dirancang untuk efisiensi sejak tahap ekstraksi batubara, pengolahan, dan transportasi, sebagaimana yang ditunjukkan dalam organisasi perusahaan, pembagian pekerja, sekolah pertambangan, dan penataan kota pertambangan yang dihuni oleh sekitar 7.000 penduduk. Dari dua kriteria tersebut Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto mampu membawa nama Indonesia bersaing di tingkat internasional. Ditambah Warisan Tambang Batubara Ombilin Sawahlunto saat dicetuskan oleh Pemerintah Belanda pada masanya, menganut konsep tiga serangkai.

“Banyak hal yang harus kita persiapan, mulai dari proses pengumpulan data, penyusunan dokumen secara intensif, bahkan melibatkan para tokoh dan pakar baik dari dalam dan luar negeri, seperti Malaysia dan Singapura,” kata Irwan Prayitno.

Gubernur Sumbar menyebutkan didalam persidangan ICOMOS (International Council on Monuments and Sites) di Azerbaijan, akhir tambang Ombilin memperoleh pengakuan sebagai warisan dunia world heritage oleh UNESCO dengan memasukan usulan untuk menambah wilayah enam Kabupaten Kota yang meliputi Padang, Padang Panjang, Kota Solok, Kabupaten Solok, Padang Pariaman dan Tanah Datar.

“Karena wilayah tersebut masuk dalam wilayah Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto yang akhirnya ditetapkan sebagai warisan budaya dunia,” ucapnya.

Menurut Irwan Prayitno, saat ini Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sudah masuk daftar warisan budaya dunia yang kelima dimiliki Indonesia tahun 2019, yang sebelumnya, ada Candi Borobudur, Magelang Jawa Tengah (1991), Candi Prambanan, Sleman Yogyakarta (1991), Situs Sangiran, Jawa Tengah (1996) dan Sistem Subak di Bali (2012).
Gubernur berharap dengan adanya warisan budaya dunia ini, bisa mendongkrak pariwisata yang ada di Sumbar, pemerintah dan masyarakat harus bisa menunjukkan kemampuan untuk mengelola situs cagar budaya dan warisan dunia.
Untuk itu, marilah kita jaga warisan budaya dunia ini, karena nantinya akan menjadi destinasi wisata dunia di Sumatera Barat, apalagi dampaknya tentu sangat besar dengan banyaknya para wisatawan yang akan berkunjung ke Sawahlunto nantinya,” ungkap Irwan Prayitno.
Gubernur Irwan Prayitno juga meminta, agar pemerintah Kota Sawahlunto untuk mempersiapkan diri dalam bentuk perbaikan insfrastruktur dan membangun hotel yang representatif.
Selanjutnya Gubernur Sumbar mengucapkan terima kasih kepada PT. Bukit Asam (PTBA) yang telah banyak membantu dan berjuang mulai dari awal dalam pembentukan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (UNESCO) menjadi warisan budaya dunia.
Selain itu PTBA juga membantu pompa irigasi tenaga surya Desa Talawi Hilir, Kecamatan Talawi dan jembatan Lakuak Code di Desa Lintau Buo, Kabupaten Tanah Datar, yang sangat membantu masyarakat setempat dengan dana sekitar Rp 1,4 milyar lebih, sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan membangun kemandirian masyarakat.

Arviyan Arifin Dirut PT Bukit Asam Tbk menyampaikan bantuan pompa air tenaga Surya yang diberikan oleh Bukit Asam ini, mampu mengairi sawah seluas 50 hektar di Desa Talawi yang memiliki area persawahan dengan jarak sekitar 880 meter dari aliran sungai.

“Kini masyarakat telah dapat merasakan manfaat irigasi yang pengairannya dibantu dengan pompa air tenaga surya. Dulunya panen hanya satu tahun sekali, kedepan bisa dua kali panen, bahkan bisa tiga kali dalam se tahun,” jelasnya.

Ditambahkanya ada juga bantuan berupa pembangunan jembatan Lintau Buo di Kabupaten Tanah Datar, dan penyerahan bus operasional sekolah di Kabupaten Agam. Pemberian bantuan ini dilakukan secara simbolis di Desa Talawi, Kota Sawahlunto.

“Saya berharap melalui bantuan ini, masyarakat dapat merasakan manfaat langsung serta dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan bisa terus terjalin hubungan baik antara Bukit Asam denganPemerintah Daerah dan masyarakat,” harap Arviyan.35.691 Bayi Ditemukan Kurang Gizi. (02)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY