Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Padang Ikuti Seminar di Bukittinggi

268
sponsor

Metro Padang.com -Untuk meningkatkan “Sinergisitas Antara Pemerintah Kota Padang dengan DPRD Kota Padang dalam Pelaksanaan RPJMD tahun 2019-2024” Pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang mengikuti seminar dan diskusi dengan tema “Sinergisitas Antara Pemerintah Kota Padang dengan DPRD Kota Padang dalam Pelaksanaan RPJMD tahun 2019-2024” di Bukittinggi, Selasa, 21 Januari 2020.

Kegiatan seminar dan diskusi dilaksanakan sejak tanggal 20 Januari 2020 dan berakhir pada 23 Januari 2020. Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Amasrul.

Sekretaris DPRD Kota Padang Hendrizal Azhar mengatakan, DPRD berhak mengikuti pendalaman tugas seperti workshop, bimtek, dan seminar.

Dikatakannya, tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan fungsi dan tugas pimpinan dan anggota DPRD Kota Padang. Narasumber seminar ini adalah orang-orang yang berkompeten, seperti Bappeda, akademisi Unand dan Muhammadiyah, IPDN Baso dan Kejaksaan.

Ketua DPRD Kota Padang Syafrial Kani mengatakan, DPRD merupakan salah satu unsur penyelenggara pemerintahan daerah yang memiliki tugas dan fungsi pengawasan, penganggaran dan pembuatan Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, mengingat pelaksanaan RPJMD diawal kepemimpinan Wali Kota dan Wali Kota yang baru, sama halnya dengan anggota DPRD, maka diharapkan sinergisitas antara Pemko Padang dan DPRD.

“Kami sebagai anggota DPRD akan melaksanakan fungsi pengawasan dalam pelaksanaan RPJMD tersebut. Tentu kami tidak terlepas dari trifungsi kami sebagai anggota dewan. Menjadi anggota dewan itu mudah, namun melaksanakan amanah yang diberikan rakyat itu yang susah. Semuanya tergantung dari niat kita masing-masing,” cakapnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Padang Amasrul menyampaikan permintaan maaf Wali Kota Padang dan Wakil Wali Kota Padang yang tidak bisa hadir pada saat pembukaan kegiatan tersebut.

“Pak Wali dipanggil ke Jakarta oleh Kementerian, Pak Wawako pergi Umrah, maka kami yang diminta hadir membuka acara ini,” ungkap Amasrul.

Menurut Amasrul, untuk mewujudkan visi misi Kota Padang, tentu dibutuhkan sinergitas semua pihak, terutama Pemko Padang dengan DPRD Kota Padang.

“RPJMD merupakan panduan kita dalam membangun kota ini untuk lima tahun ke depan. Seluruh upaya yang dilakukan oleh pelaku pembangunan adalah sinergisitas, koordinatif dan inovatif,” ujarnya.

Dikatakannya, persoalan yang dihadapi Kota Padang saat ini adalah pendidikan. Dimana, saat ini jumlaj siswa adalah 90 ribu, sedangkan rungan kelas terbatas.

“Untuk itu, kita butuh Ruang Kelas Baru (RKB) agar rasio per kelas 28 orang SD dan 32 orang siswa SMP dapat terpenuhi, sesuai standar nasional,” cakapnya.

Selain itu, kata Amasrul, persoalan drainase dan banjir, rumah yang tak layak huni, pengangguran, pertanahan, transportasi dan persamapan juga menjadi persoalan tersendiri.

“Karena keterbatasan dana APBD Kota Padang, tentu kita harus mampu menggait dana ABPD Provinsi dan APBN untuk mengatasi persoalan yang kita hadapi tersebut,” urainya.(red)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY