Pemprov Sumbar Lakukan Sweeping Makanan Parcel Kedaluwarsa

727

ADVETORIAL  PEMPROV SUMBAR 

1 JUNI 20019 

Metro Padang.com – Menjelang hari raya Idul Fitri 1440 H , Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat melakukan sweeping terhadap makanan parcel kedaluwarsa.
Kepala Dinkes Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr Hj Merry yuliesday, MARS mengatakan, menjelang hari raya Idul Fitri, kebutuhan masyarakat terhadap komoditi pangan pasti meningkat. Keadaan ini sering dimanfaatkan oleh oknum distributor maupun pengecer komoditi pangan yang nakal untuk mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Modus operandi yang sering dilakukan adalah dengan menyelipkan pangan yang sudah kedaluwarsa maupun produk rusak di antara barang dagangannya. “Biasanya dalam bentuk parcel, karena para konsumen hanya membeli sejumlah makanan dan minuman dalam bentuk paket.

Kepala Dinkes Kesehatan Provinsi Sumatera Barat dr Hj Merry yuliesday, MARS Lakukan Sidak Parsel

Dikatakan Merry yuliesda untuk Antisipasi peredaran makanan kadaluarsa dan tidak layak edar dalam paket lebaran atau parsel. Balai besar pengawasan obat dan makanan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah supermarket yang ada di Kota Padang. Dari hasil sidak yang dilakukan, tim gabungan menemukan daging yang di curigai tanggal kadaluarsa telah habis.
Jelang hari raya idul fitri 1440/ tim gabungan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan Padang dan Pemerintah Sumatera Barat melakukan sidak ke sejumlah super market yang ada di Kota Padang.
Salah satunya di Plaza Andalas yang terletak di jalan pemuda, Kecamatan Padang Barat, kota padang. Dilokasi ini, tim gabungan menemukan daging segar yang di curigai karena tanggal kadaluarsa yang tidak di cantumkan secara jelas.
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menjelaskan, sidak yang dilakukan hal ini untuk mengantisipasi beredarnya makanan kladarluarsa dan tak layak edar dalam yang akan di bagikan jelang lebaran idul fitri mendatang. Kepala BBPOPM Padang menambahkan, pihaknya akan terus melakukan pengawasan terhadap toko dan minimarket, termasuk super market yang menjual paket lebaran yang di jual di bulan ramadhan.


Untuk mencegah beredarnya produk tanpa izin edar, kedaluwarsa, dan produk kaleng yang rusak, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Padang beserta dinas terkait melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Padang, Selasa (28/5). Dalam sidak tersebut, tim gabungan tidak menemukan produk yang dicurigai melanggar aturan.
Sidak dimulai sekitar pukul 10.00 di Plaza Andalas Ramayana Padang, kemudian dilanjutkan ke Transmart Padang, lalu di Basko Grand Mall dan seterusnya ke beberapa swalayan yang ada di Kota Padang. Wagub Sumbar Nasrul Abit dan petugas BBPOM Padang menyidak makanan dan minuman yang ada di dalam paket parcel dan beberapa bahan makanan seperti daging sapi, ayam, ikan, dan makanan yang diperjualkan selama Lebaran.
Dalam sidak tersebut ditemukan di salah satu pusat perbelanjaan, ketidaksesuian produk daging apakah daging tersebut daging impor atau daging lokal. Untuk menangani hal tersebut, BBPOM Padang akan mengusut ketidaksesuian informasi asal daging sapi tersebut.


Wagub Sumbar, Nasrul Abit mengatakan, sidak tersebut dilakukan oleh beberapa tim gabungan yang terdiri dari BBPOM di Padang, Dinas Kesehatan Sumbar dan pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan, tidak ditemukan makanan dan minuman yang telah lewat batas kedaluwarsa.
Namun, di lapangan ada sedikit kecurigaan di salah satu mall dimana saat Kepala BBPOM menanyai asal daging sapi tersebut apakah impor atau tidak, antara pelayan dengan pelayan lainnya mempunyai jawaban yang berbeda. “Kalau dilihat kondisi daging masih segar, tapi tentu akan ada pengujian dari BBPOM nanti,” jelasnya.
Wagub menjelaskan, sidak ini dilakukan untuk memastikan kepada masyarakat bahwasanya makanan dan minuman yang mereka beli di pusat-pusat perbelanjaan aman, dan layak dikonsumsi. Serta juga sebagai bentuk pengawasan terhadap para pengelola mall atau swalayan untuk tidak berlaku curang dengan memanfaatkan momen Lebaran ini dengan menjual makanan yang sudah kedaluwarsa.


Sementara itu, untuk harga makanan dan minuman yang dijual tidak mengalami kenaikan harga. “Alhamdulillah harganya stabil sampai saat ini, dan mudah-mudahan sampai saat Lebaran atau pasca- Lebaran,” tuturnya.
Lebih lanjut disampaikan untuk tahun ini terjadi peningkatan yang lebih baik terhadap kualitas makanan dan minuman yang dijual di pusat perbelanjaan jika dibandingkan dengan tahun lalu. “Tahun lalu kita temukan makanan dan minuman yang kedaluwarsa dijual di mall-mall. Untuk saat ini kita tidak menemukan kondisi tersebut. Tentunya itu kabar baik bagi kita dan masyarakat Sumbar khususnya Kota Padang,” jelasnya.
Wagub berharap agar para pengelola mall, swalayan, supermarket atau pedagang lainnya untuk tidak berlaku curang dalam menjual barang-barang dan makanan mereka kepada masyarakat.


Terpisah, Kepala BBPOM di Padang, Martin Suhedri mengatakan, makanan dan minuman yang disidak adalah produk makanan dan minuman di dalam paket parcel. “Alhamdulillah kita tidak temukan makanan dan minuman yang kedaluwarsa dan pengelola mall juga sudah mempunyai SOP untuk makanan minimal 3 bulan sebelum masa kedaluwarsa,” katanya.
Dia menambahkan, pihak BPOM Padang menemukan masih bertumpuknya makanan di dalam gudang salah satu mall. “Mungkin karena makanan belum banyak terjual, tapi kita tetap harus mengimbau mereka,” ujarnya. Untuk itu, pihaknya akan melayangkan surat teguran kepada pengelola mall terkait gudang penyimpanan barang makanan dan minuman agar lebih diperhatikan lagi.


Lebih lanjut disebutkan Martin, BBPOM di Padang telah melakukan pemeriksaan terhadap 98 sarana pusat perbelanjaan dari 11 kabupaten/kota di Sumbar. Pihaknya masih menemukan sebanyak 46 bahan makanan dan minuman yang kedaluwarsa.
“Makanan dan minuman yang kedaluarsa kita langsung musnahkan di tempat dan ada juga para pedagang yang menyerahkan kepada kita untuk dilakukan pemusnahan. Untuk daerah-daerahnya mulai dari Solok, Pariaman, Padangpariaman, Padangpanjang, Tanahdatar, Solok Selatan, Sawahlunto, Pesisir Selatan, dan Kabupaten Solok,” jelasnya.
Sementara untuk pemeriksaan makanan dan minuman di pasar pabukoan di Sumbar selama bulan Ramadhan ini, telah diperiksa sebanyak 210 sarana atau sampel dan ditemukan 206 sampel yang memenuhi ketentuan dan 4 yang tidak memenuhi ketentuan.


“Keempat yang tidak memenuhi ketentuan tersebut masalahnya tidak jauh-jauh dari penggunaan boraks dan rhodamin di empat kabupaten/kota di Sumbar yaitu Kabupaten Tanahdatar, Kabupaten Padangpariaman, Kabupaten Pesisir Selatan dan Kota Padang,” ungkapnya.
Untuk itu, masyarakat kami imbau untuk tidak tergiur dengan makanan ataupun minuman yang terlihat menarik atau dengan promo yang murah. “Kami imbau berhati-hati dalam membeli sesuatu. Konsumen harus cerdas dan melakukan pengecekan terhadap izin edar suatu produk dan label kedaluwarsa,” (tisna)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY