Metro Padang.com – Perkembangan kasus virus corona atau covid-19 memang terus berjalan di sejumlah daerah di Indonesia termasuk di Kota Padang.
Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Padang per 2 April 2020, telah didapati Pelaku Perjalanan dari Area Terjangkit (PPT) yang terus meningkat yakni sebanyak 2.895 orang, dengan 267 PPT baru dan yang selesai pemantauan sejumlah 99 orang.
Begitu juga untuk kasus Orang Dalam Pemantauan (ODP), saat ini telah ditemukan sebanyak 75 orang dengan 15 ODP baru dan selesai pemantauan 36 orang. Sementara bagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yakni sebanyak 11 orang dengan 4 orang telah dinyatakan negatif covid-19. Sedangkan untuk yang terkonfirmasi positif adalah sebanyak 6 orang dengan meninggal 1 orang.
Demikian hal itu disampaikan Wali Kota Padang Mahyeldi didampingi Kepala Dinas Kesehatan Feri Mulyani kepada wartawan di Media Center Balai Kota Padang, Kamis (2/4/2020).
“Kita tentu berharap, penyebaran wabah covid-19 ini dapat kita tekan semaksimal mungkin di Kota Padang. Berbagai upaya telah dan akan terus kita lakukan secara maksimal untuk pencegahan penyebaran wabah tersebut. Termasuk memberikan dukungan bantuan pangan bagi masyarakat yang terdampak langsung secara ekonomi dari pandemi covid-19 ini,” ujar wali kota.
Ia menjelaskan, sejak dinyatakannya Padang dalam kondisi Kejadian Luar Biasa (KLB) Pemerintah Kota Padang serta didukung pihak terkait lainnya terus melakukan upaya atau pun mengambil kebijakan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.
“Mulai dari melakukan aksi penyemprotan disinfektan ke semua fasilitas umum termasuk rumah masyarakat hingga memindahkan peserta didik agar belajar di rumah serta ASN non eselon yang hamil, menyusui atau memiliki anak yang tidak ada yang mengurusinya di rumah agar work from home (WFH). Kemudian kita juga memberlakukan larangan aktivitas bagi warga di malam hari sesuai jam yang ditentukan, memeriksa sekaligus menutup akses masuk orang luar ke Padang,” paparnya.
Upaya selanjutnya sambung wako, juga menindaklanjuti Maklumat Kapolri serta arahan Keputusan Bersama yang disepakati dari unsur Forkopimda, FKUB dan Ormas Islam terkait larangan beribadah di rumah ibadah seperti masjid/mushala, gereja, vihara dan lainnya untuk sementara waktu hingga kondisi kembali aman dari covid-19,” paparnya.
Tak hanya itu Mahyeldi menambahkan, untuk penanganan pasien covid-19 secara intens dan optimal maka pemko sudah menjadikan RSUD dr. Rasidin sebagai rumah sakit khusus penanganan covid-19. Begitu juga selanjutnya melakukan ‘refocusing kegiatan, realokasi anggaran serta membuat Jaring Pengaman Sosial (JPS) guna menggalang donasi untuk keperluan pemenuhan kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD) dan hal penting lainnya dengan melibatkan dukungan lembaga zakat yang ada di Padang disertai bantuan Baznas Kota Padang serta para donatur
BAGIKAN

LEAVE A REPLY