Pemko dan Masyarakat Payakumbuh Nyatakan Perang Terhadap Pekat

231

Metro Padang.com – Payakumbuh, Secara tegas warga Payakumbuh deklarasikan perang terhadap penyakit masyarakat (Pekat). Komitmen bersama unsur terkait yang dinamai Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat diselenggarakan di Lapangan Kubu Gadang pada Senin (05/11/2018) dihadiri ribuan massa yang dimayoritasi kelompok muda Payakumbuh. Juga hadir tokoh maayarakat, ormas kemasyarakatan, OKP dan kelompok peduli lainnya.

Basahnya Lapangan Kubu Gadang tidak mengurangi semangat para peserta Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat.

Tampak dihadiri langsung Walikota Payakumbuh Riza Falepi bersama Henny Riza Falepi, Wawako Erwin Yunaz bersama Magdalena Erwin Yunaz, Ketua DPRD YB Dt. Parmato Alam, Sekdako Amriul Dt. Karayiang, Kapolres Endrastiawan Setyowibowo, Wakasdim 0306/50 Kota Hasbullah, Kepala Kankemenag Mustafa, Kepala BNNK Firdaus ZN, Pimpinan OPD, Ketua MUI Mismardi, Ketua BWI Erman Ali dan undangan resmi lainnya.

Usai sesi pembukaan dengan pembacaan wahyu ilahi oleh Muhammad Luthfi Yahya dan doa oleh Ketua BWI Kota Payakumbuh, Ketua FK Karang Taruna Kota Payakumbuh Ade Vionora, pimpin pengucapan yel – yel, yang membakar semangat para generasi muda Payakumbuh.

Setidaknya ada beberapa tokoh Payakumbuh sampaikan orasi dalam Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat siang itu.

Pengurus KNPI, “Pemuda adalah harapan agama nusa dan bangsa. Untuk itu dekatkanlah diri kepada Allah SWT. Jauhi pengaruh negatif narkoba, miras, judi, pergaulan seks bebas, LGBT dan sebentuk maksiat lainnya.”

Ketua Penanggulangan Aids (KPA) Kota Payakumbuh, Fahman Rizal sampaikan bahwa Payakumbuh sudah dijangkiti penyakit terkutuk HIV / AIDS yang saat ini belum ada obatnya selain kematian yang perih.

Sidik Feriadi alias Omoy sikumbang sebagai perwakilan MPC Pemuda Pancasila dalam orasinya mengajak pemuda untuk menjauhi pekat. “pemuda adalah tiangnya sebuah negara. Jadilah pemuda yang kuat, jauhi miras. Lebih baik belajar daripada narkoba. Pemuda cerdas, kebanggaan Payakumbuh,” orasi Omoy Sikumbang.

Sementara Ketua PKK Henny Riza Falepi mengungkapkan bahwa, “seorang ibu yang mengandung anaknya selama 9 bulan lebih, membesarkan dengan susah payah. Berharap anaknya menjadi anak yang berbhakti. Bukan untuk jadi pelaku LGBT, bukan untuk menjadi korban narkoba, bukan untuk menjadi sampah masyarakat. Tapi jadilah manusia yang berguna., pemuda yang tangguh, pemuda sebagai penerus bangsa. Apakah ananda dengar pesan bunda. Berjanjilah,”pesan Henny sembari menyapu air matanya.

Berbeda dengan Ketua Bundo Kanduang yang dalam orasinya menyebutkan bahwa pemuda adalah harapan kaumnya. Paga dalam nagari. Jangan sampai paga nan mambaok rabah. Yang mabuk anda, yang teler anda. Tapi kami ikut menanggung azabnya.

Ketua MUI Mismardi menekankan bahwa sudah saatnya kita (warga Payakumbuh) bergerak. “siapa yang melihat kemungkaran, cegahlah dengan tanganmu, dengan lisanmu. Jangan sampai kita dicap Allah sebagai umat yang beriman lemah,”jelas mismardi.

Ketua BNNK Firdaus ZN dalam orasinya mengajak peserta Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat untuk berjihad selamatkan generasi emas Payakumbuh.

“rusaknya generasi satu bangsa disebabkan berkurangnya figur yang akan dijadikan tauladan, negatifnya pengaruh lingkungan dan interaksi sosial yang salah,”terang Firdaus ZN.

Solusi semua itu adalah kembali ke jalan yang benar sebagaimana telah diatur agama dan norma-norma yang berlaku di satu daerah.

“Berikan informasi pekat keseluruh masyarakat dari berbagai sisi.
Hidupkan kembali kepedulian bersama, seperti siskamling dan lakukan deteksi dini,”tandas Firdaus ZN.

Dukungan penuh perang terhadap narkoba secara tegas disampaikan Kapolres Payakumbuh.

“kami bangga dengan komitmen bersama ini. Luar biasa Pemko Payakumbuh. Deklarasi ini akan guncang dunia, untuk melahirkan warga Payakumbuh yang beriman. Say No to Pekat. Berantas pekat, dan SAYA SIAP PALING di DEPAN. Mohon dukungan DPRD dan Pemko serta masyarakat. Mari kita pegang komitmen bersama ini dan pegang prinsip agar kegiatan ini tidak sia-sia,”tegas Kapolres Endrastiawan Setyowibowo.

Ketua DPRD, YB Dt. Parmato Alam dalam orasinya menghimbau Pemko Payakumbuh agar menjadi fasilisator, menjadi Grand Design lahirnya Perda Pekat di Sumbar.

“Yang penting adalah aksi kita dalam menjadi pejuang pekat. Mari kita konsep secara sistematis yang strategis. DPRD siap dukung dengan anggaran.

Membalas sambutan Ketua DPRD, Walikota Payakumbuh Riza Falepi sampaikan terima kasih atas dukungan lisan legislatif.

“inilah harapan kita, bersama dalam rangka menolak pekat, yang notabene pengundang azab. Saat ini perang baru ditabuh, perang tampa peluru. Tapi perang dengan merusak generasi supaya lemah. Akhirnya bangsa ini akan hancur.
Maukah NKRI bubar ?, tidak. Karena NKRI Harga Mati, kita hidup di Indonesia dan kita menjaganya, dimulai dari Payakumbuh,”ujar Riza Falepi.

“Musuh kita adalah pekat dan terindikasi ada sponsor termasuk warga sendiri yang ikut jadi pengkhianat. Hari ini Payakumbuh nyatakan pada dunia bahwa Payakumbuh Tolak Pekat. Perlu dukungan kita semua apalagi dukungan DPRD. Kita rindu Indonesia Jaya yang Bermartabat. Mari kita siapkan langkah, kita hadang pekat bersama. Inilah azan kita untuk Payakumbuh yang kaya,” tukuk Riza Falepi.

Pengucapan Deklarasi Payakumbuh Tolak Pekat dibacakan Ketua KNPI Ghani Ahmad dan diikuti oleh peserta deklarasi. Usai penandatanganan deklarasi dilanjutkan dengan pembubuhan 20 ribu tandatangan diawali Walikota Riza Falepi dilanjutkan peserta deklarasi.

Sedangkan Kegiatan longmarch dilepas secara resmi Wakil Walikota Erwin Yunaz bersama Forkopimda. Ribuan peserta longmarch pun bergerak dari lapangan Kubu Gadang menuju bundaran Labuah Basilang mengarah ke Pasar ibuh. Dari Pasar Ibuh longmarch bergerak menuju Tugu Adipura mengarah ke Rumah Sakit Adnaan WD dan kembali ke lapangan Kubu Gadang dibawah pengawalan ketat aparat kepolisian.

Beberapa tokoh Payakumbuh lain yang media wawancarai berharap agar terlihat aksi peminimalisiran terhadap pekat yang ada di Payakumbuh, pasca digelarnya deklarasi siang itu

BAGIKAN

LEAVE A REPLY