Mengenal Daun Bidara Arab dan Manfaatnya untuk Kesehatan

4889

Metro Padang.com – Bidara atau widara (Ziziphus mauritiana) adalah sejenis pohon kecil penghasil buah yang tumbuh di daerah kering. Tanaman ini tak hanya dikenal dengan sebutan Bidarakan tetapi setiap daerah menamainya dengan sebutan yang berbeda-beda.

Misalnya widara (Sd., Jw.) atau dipendekkan menjadi dara (Jw.); bukol (Md.); bĕkul (Bal.); ko (Sawu); kok (Rote); kom, kon (Timor); bĕdara (Alor); bidara (Mak., Bug.); rangga(Bima); serta kalangga (Sumba).

Hal berbeda juga dilakukan di setiap negara.

Di antaranya bidara, jujub, epal siam (Mal); manzanitas (Fil.) zee-pen (Burma); putrea (Kamboja); than (Laos); phutsaa, ma tan (Thai); tao, tao nhuc (Vietnam)[2]. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Jujube, Indian Jujube, Indian plum, atau Chinese Apple; serta Jujubier dalam bahasa Prancis.

Kegunaan Daun Bidara

Buah bidara kultivar unggul diperjual belikan sebagai buah segar, untuk dimakan langsung atau dijadikan minuman segar. Di beberapa tempat, buah ini juga dikeringkan, dijadikan manisan, atau disetup.

Buah muda Bidara dimakan dengan garam atau dirujak.

Buah dari pohon yang meliar kecil-kecil dan agak pahit rasanya. Buah bidara merupakan sumber karoten, vitamin A dan C, dan lemak.

Daun-daunnya yang muda dapat dijadikan sayuran. Daunnya yang tua untuk pakan ternak.

Rebusan daun Bidara diminum sebagai jamu.

Daun-daun ini membusa seperti sabun apabila diremas dengan air, dan digunakan untuk memandikan orang yang sakit demam.

Di Jakarta, daun-daun bidara digunakan untuk memandikan mayat.

Selain daun, buah, biji, kulit kayu, dan akarnya juga berkhasiat obat, untuk membantu pencernaan dan sebagai tapal obat luka.

Di Jawa, kulit kayu ini digunakan untuk mengatasi gangguan pencernaan; dan di Malaysia, kulit kayu yang dihaluskan dipakai sebagai obat sakit perut.

Kulit kayu bidara diyakini memiliki khasiat sebagai tonikum, meski tidak terlalu kuat, dan dianjurkan untuk penyakit lambung dan usus.

Kulit akarnya, dicampur dengan sedikit pucuk, pulasari, dan bawang putih, diminum untuk mengatasi kencing yang nyeri dan berdarah.  Kayunya berwarna kemerahan, bertekstur halus, keras, dan tahan lama. Kayu ini dijadikan barang bubutan, perkakas rumah tangga, dan peralatan lain.

Di Bali, kayu bidara dimanfaatkan untuk gagang kapak, pisau, pahat, dan perkakas tukang kayu lainnya.

Berat jeniskayu bidara berkisar antara 0,54-1,08.

Kayu terasnya yang bervariasi dalam warna kuning kecokelatan, merah pucat atau cokelat hingga cokelat gelap, tidak begitu jelas terbedakan dari kayu gubal.

Kayu ini dapat dikeringkan dengan baik, namun kadang-kadang sedikit pecah.Di samping penggunaan di atas, kayu bidara juga cocok digunakan untuk konstruksi, furnitur dan almari, peti pengemas, venir dan kayu lapis.

Bidara menghasilkan kayu bakar yang berkualitas baik; nilai kalori dari kayu gubalnya adalah 4.900 kkal/kg.

Kayu ini juga baik dijadikan arang. Ranting-rantingnya yang menjuntai mudah dipangkas dan dipanen sebagai kayu bakar.

Kulit kayu dan buah bidara juga menghasilkan bahan pewarna. Bahan-bahan ini menghasilkan tanin dan pewarna coklat kemerahan atau keabuan dalam air.

Di India, pohon bidara juga digunakan dalam pemeliharaan kutu lak; ranting-rantingnya yang terbungkus kotoran kutu lak itu dipanen untuk menghasilkan sirlak (shellac).

Ada dalam Alquran

Bidara atau Sidr (Arab: (سدر)‎ bahasa Inggris: Lote tree) memiliki kedudukan di dalam agama Islam. Pohon ini disebutkan di beberapa surah dalam Al-Qur’an, yaitu:

Sebagai Pohon bidara yang sedikit jumlahnya (sidrin qolil) (QS.34. Saba’:16),

Sebagai Pohon bidara yang tak berduri (sidr makhdud) (QS.56. Al-Waqiah:28),

Sebagai Pohon bidara perbatasan akhir (sidratul muntaha) dan Pohon bidara yang diliputi (sidrata ma yaghsya) (QS.53. An-Najm: 13-16)

Pohon ini selain disebutkan di dalam Al-Qur’an juga terdapat anjuran penggunaannya di dalam hadits.

Dia digunakan dalam berbagai prosesi ibadah, misalnya daunnya disunnahkan untuk digunakan ketika mandi wajib bagi wanita yang baru suci daripada haid.

Juga ketika memandikan jenazah dan menghilangkan najis dari tubuh mayat, jenazah disarankan dimandikan dengan air yang dicampur daun bidara.Daun bidara juga kadang kala dipergunakan dalam proses Ruqyah untuk mengobati orang yang kesurupan.

Daun Bidara Bisa Menyehatkan dan Mengusir Jin

Bidara atau widara adalah tanaman penghasil buah yang biasanya tumbuh di tanah kering. Tanaman ini di setiap daerah dan negara berbeda-beda namanya.

Secara fisik tanaman ini tingginya hingga 15meter dan diameter batangnya hingga 40 sentimeter dengan cabang menyebar menjuntai. Rantingnya berduri kecil.

Buah bidara bentuknya seperti apel namun lebih kecil, rasanya pun mirip apel. Buah baru warnanya hijau dan buah matang warnanya kuning kemerahan.

Buah bidara bisa dimakan langsung atau dijadikan minuman segar. Di beberapa negara, buah ini juga dikeringkan, dijadikan manisan, atau disetup.

 

Secara ilmiah buah bidara merupakan sumber karoten, vitamin A dan C serta lemak.

Daun yang muda dapat dijadikan sayuran. Daun tua untuk pakan ternak. Rebusan daunnya diminum sebagai jamu. Daunnya dapat digunakan untuk memandikan orang yang sakit demam.

Dibenarkan M Arsyad, praktisi pengobatan herbal dan perukyah di Banjarmasin, bahwa daun bidara banyak manfaatnya, terutama untuk kesehatan.

“Manfaat sangat banyak, bisa diolah senagai teh dengan cara daunnya dikeringkan,” jelasnya kepada reporter banjarmasinpost.co.id

Daun bidara juga bisa menjadi bahan sabun. Selain itu mengobati ketombe dan kutu, juga bagus sebagai bahan obat gosok.

“Saya sendiri jika sakit kepala mengobatinya dengan daun bidara yang diremas dan dicampur minyak zaitun kemudian dipijitkan ke rambut,” jelasnya.

Selain untuk kesehatan fisik, benarkah pula daun bidara dapat digunakan untuk mengusir jin terutama yang merasuki manusia?

Dibenarkan pula oleh Arsyad yang kerap membawa daun bidara untuk digunakan dalam proses rukyah maupun mengobati orang kesurupan.”Itu ada tuntunannya dalam Islam. Namun tentunya daun bidara ini hanya perantara karena khasiatnya juga karena kuasa Allah SWT,” jelasnya.

 

 

 

 

BAGIKAN

LEAVE A REPLY