sponsor

Metro Padang.com-China berjuang untuk bangkit kembali akibat dampaknya terhadap sektor perekonomian di negeri tirai bambu.

Akibat penyebaran virus korona yang tak kunjung reda, perekonomian China dianggap mengalami pemulihan lambat menyusul karantina yang membatasi produksi di beberapa pabrik. Sementara itu berdasarkan laporan S&P Global dan Morgan Stanley, berikut daftar sektor industri China yang terdampak virus korona, seperti dikutip Okezone, pada Jumat.

1. Restoran, Ritel, dan Rekreasi

Menurut pernyataan S&P Global, sektor restoran di China akan mengalami penurunan penjualan yang sangat signifikan pada triwulan pertama tahun 2020. Perusahaan memproyeksikan angka sekitar 45% hingga 55% dari hasil penjualan selama periode yang sama di tahun lalu.

Penutupan kasino yang berlangsung selama dua minggu di Makao mengakibatkan penurunan lebih dari 50% laba yang belum ditambah dengan bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi untuk sektor ini pada kuartal pertama.

2. Pariwisata

Bertepatan pada perayaan Tahun Baru Imlek yang merupakan puncak pendapatan pariwisata di China, sektor industri Pariwisata China justru merasakan dampak dari wabah virus korona. “Daerah ini terbukti sangat rentan selama wabah ini menyoroti kelemahan dalam struktur pendapatan pariwisata domestik,” tertulis laporan tersebut. Sebagian besar tujuan wisata seperti hotel, resort, dan taman hiburan terpaksa ditutup sementara.

3.Perumahan

Wabah virus korona diprediksi memiliki dampak lebih parah pada sektor properti. Menurut S&P Global, pertumbuhan penjualan di kota-kota tingkat ketiga dan keempat memiliki potensi tak membaik tahun ini. Bahkan lebih dari 50 kota di China diperkirakan menutup situs penjualan propertinya dan menghentikan acara pemasaran.

S&P Global berpendapat bahwa pemulihan tersebut membutuhkan waktu lama untuk masa perbaikan, terlebih bagi perusahaan China yang mendorong pada penjualan online banyak yang tutup.

4. Hiburan

Hampir seluruh industri hiburan di China termasuk bioskop mengalami kerugian yang drastis. Tercatat tujuh film gagal meski sudah dijadwalkan rilis pada awal Tahun Baru Imlek, yang akhirnya ditarik kembali dan mengakibatkan kerugian USD210 juta di industri perfilman.

5. E-Commerce

Maraknya dunia perbelanjaan via online juga terkena dampak akibat meluasnya virus korona di China. Morgan Stanley menunjukkan gangguan yang dialami logistik dapat berpengaruh pada pengiriman dan memiliki dampak negatif pada industri e-commerce di China. Alibaba Group sempat memperingatkan bahwa terjadi gangguan pertumbuhan pendapatannya pada kuartal bulan maret yang diakibatkan virus korona.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY