Kota Sawahlunto kota Kuali

2986

Metro Padang.com – Kota Sawahlunto , kota bapaga kawek baduri , sebuah kota kecil di Sumatera Barat  yang lokasi kotanya dikelilingi bukit bukit , salah Satu Kota Di ProvinsiSumatera Barat, Indonesia. Kota Yang Terletak 95 Km Sebelah Timur Laut Kota
Padang Ini, Dikelilingi Oleh 3 Kabupaten Di Sumatera Barat, Yakni Kabupaten
Tanah Datar, Kabupaten Solok, Serta Kabupaten Sijunjung. Kota Sawahlunto Mempunyai
Luas Tanah 273,45 Km² Yang Terdiri Dari 4 Kecamatan Dengan Jumlah Penduduk Lebih Dari 54.000 Jiwa. Pada Masa Pemerintah
Hindia Belanda, Kota Sawalunto terkenal sebagai Kota Tambang Batu Bara  atau lebih dikenal juga kota Kuali dan kota Hongkong di waktu Malam . Kota Tersebut
Sempat Mati, Sesudah Penambangan Batu Bara Dihentikan.

Kota Sawahlunto / Kota Kuali  Berkembang Menjadi Kota Wisata Tua
Yang Multi Etnik, Sampai Menjadi Salah Satu Kota Tua Terbaik Di Indonesia. Kota
Yang Didirikan Pada Tahun 1888 Ini, Banyak Berdiri Bangunan-Bangunan Tua Bekas Peninggalan  Belanda. Sebagian Sudah Ditetapkan Sebagai Cagar Budaya Oleh Pemerintah
Setempat Dalam Rangka Mendorong Pariwisata Dan Mencanangkan Sawahlunto Menjadi Kota  Wisata Tambang Yang Berbudaya.

Sawahlunto Kota Kuali Wisata Tua  Yang Multi Etnik , walaupun kota kuali ini sangat kecil namun penduduknya beragam ada yang  Cina, Medan, Palembang, Jawa, pokoknya lengkap, sehing dari perpaduan multi Etnik ini terbentuk lah  satu bahasa yang digunakan sehari hari dengan nama bahasa Tansi. 

Bahasa Tansi atau bahasa Tangsi adalah bahasa yang berasal dari buruh tambang batubara di masa kolonial Belanda di Sawahlunto. Para buruh ini menciptakan model bahasa kreol sejak kawasan ini menjadi kota tambang modern. Ini bahasa kreol pertama di Indonesia yang lahir dari latar belakang perburuhan dan berada di pedalaman

Percampuran pada bahasa Tansi lahir tidak kurang dari 10 bahasa, yaitu: Jawa, Sunda, Madura, Bali, Bugis, Batak, China, Minangkabau, Belanda, dan Melayu sebagai bahasa dasar.

Bahasa Tansi pada umumnya tumbuh dikawasan kota lama di, yaitu Tangsi Rante (untuk orang-orang rantai), Tangsi Tanah Lapang, dan Tangsi Baru yang berlokasi di Air Dingin, sampai saat ini generasi keturunan orang rantai itu yang berdiam dikawasan Tangsi masih menggunakan bahasa Tansi. Selain itu, juga terdapat tangsi di wilayah lain Kota Sawahlunto, seperti Tangsi Baru, Tangsi Duren, Tansi Sunge Duren, maupun Tansi Sikalang   .Bahasa Tansi  perpaduan bahasa Jawa, minang dan bahasa Indonesia, Bahasa Tansi senang dipakai untuk komunikasi  sehari- hari.

Berikut Adalah Legenda Asal Mula Sawahlunto,atau Kota Kuali ( kota nya berbentuk kuali yang dikelilingi bukit-bukit) Zaman Dahulu
Kala Di Lunto, Sumatera Barat, Terdapat Sebuah Kerajaan Yang Bernama Sitambago
Raya. Rakyat Hidup Bahagia,Tanah Mereka Subur Serta Cuaca Selalu Baik. Hal Tersebut
Membuat Orang-Orang Dari Kerajaan Lain Menjadi Cemburu.

Raja Sitambago Tau Bahwa Dia Harus Melindungi Kerajaannya.
Dia Meminta Semua Orang Di Kerajaannya Bergabung Menjadi Tentara. Dan Raja
Mempersiapkan Mereka Sebagai Prajurit Yang Kuat.

Mereka Dilatih Setiap Hari Siang Dan Malam Dengan Keras.
Mereka Dilatih Dengan Banyak Keterampilan, Seni Bela Diri, Dan Pula Bagaimana Memakai
Senjata. Mereka Harus Siap Untuk Melawan Saat Kerajaan Lainnya Menyerang
Mereka. Dan Apa Yang Raja Sitambago Khawatirkan Akhirnya Menjadi Kenyataan.
Salah Satu Prajurit Mengatakan Kepadanya Bahwa Tentara Dari Silungkang Raya
Akan Menyerang Kerajaan Mereka.

Read More √Macam Kebijakan Pemerintah: Definisi, Macam, Dan Tingkatannya
Yang Mulia, Saya Melihat Bahwa Raja Silungkang Sedang
Mempersiapkan Tentaranya, Kata Prajuritnya.

Apakah Kamu Yakin? Kata Raja.

Ya, Yang Mulia. Saya Pun Mendengar Bahwa Mereka Akan
Menyerang Kita Segera.

Hmm Aku Tahu Cepat Atau Lambat Kita Akan Mesti Berjuang.
Sekarang, Saya Mau Semua Tentara Harus Siap. Mereka Bisa Menyerang Kita Setiap
Saat, Ujar Raja.

Raja Silungkang Mau Memperluas Kerajaannya. Dan Dia
Benar-Benar Tertarik Terhadap Kerajaan Sitambago. Dia Sudah Mendengar Bahwa
Kerajaan Itu Sangat Subur. Dia Berharap Dengan Menaklukkan Kerajaan Tersebut,
Dia Akan Sangat Kaya! Silungkang Adalah Sebuah Kerajaan Besar. Dia Mempunyai
Banyak Tentara, Dan Mereka Sangat Berani Dan Kuat. Rajanya Pun Serakah Dia
Tidak Pernah Merasa Cukup Atau Puas.

Raja Kerajaan Silungkang Sedang Menyiapkan Serangan. Dan Dia
Memberi Tentaranya Senjata Yang Amat Mematikan. Raja Tidak Dapat Menunggu Lebih
Lama Lagi! Pagi-Pagi Mereka Langsung Menyerang Kerajaan Sitambago.

Para Prajurit Dari Kerajaan Sitambago Sudah Siap. Raja Memimpin
Tentaranya Dengan Berani Dan Hal Tersebut Membuat Tentara Juga Tidak Takut.
Mereka Bertempur Dengan Gagah Berani! Raja Silungkang Kaget. Dia Mengira Kerajaan
Sitambago Tidak Mempunyai Banyak Tentara. Dan Dia Juga Berpikir Bahwa
Tentaranya Pengecut Ternyata Dia Salah Kira.

Raja Silungkang Lau Memerintahkan Prajuritnya Untuk Mundur. Ia
Merencanakan Serangan Lain,Mereka Akan Menyerang Kerajaan Sitambago Dari Berbagai
Gerbang. Selain Itu, Dia Meminta Pasukannya Untuk Memakai Senjata Mematikan.

Pada Hari Selanutnya, Tentara Silungkang Raya Diserang Lagi
Oleh Kerajaan Sitambago. Hal Ini Merupakan
Perang Yang Mengerikan Dan Membuat Banyak Tentara Tewas. Mereka Sudah Perang
Selama Beberapa Hari Namun Masih Belum Ada Tanda-Tanda Bahwa Perang Akan
Berakhir.

Read More √ Ancaman Di Bidang Ekonomi Non Militer
Ayo! Jangan Menyerah! Kita Mesti Mempertahankan Kerajaan
Kita! Kata Raja Sitambago.

Para Prajurit Mendengar Raja Mereka Dan Yang Memotivasi Mereka Untuk Melawan.
Sementara Itu Raja Silungkang Pun Memerintahkan Prajuritnya Untuk Tidak
Menyerah.

Sudah Waktunya Untuk Memakai Senjata Mematikan Kami Gunakan
Sekarang Kata Raja.

Lalu Para Prajurit Dari Silungkang Memakai Senjata
Mematikan. Hanya Dalam Hitungan Menit, Prajurit Sitambago Tewas. Rajanya Tak
Menyerah. Sayangnya, Dia Pun Ikut Tewas.

Kerajaan Silungkang Memenangkan Perang. Tetapi, Mereka
Kehilangan Banyak Tentara. Perang Sdah Membuat Mereka Menderita. Dan Kerajaan Tersebut
Dalam Keadaan Kacau Yang Sangat Parah. Lalu Mereka Kembali Ke Kerajaan Mereka.

Sesudah Perang Berakhir, Orang-Orang Sitambago Mencoba Untukmembangun Kembali Wilayah Mereka Dengan Bertani,Mereka Membuat Banyak Sawah.Dan Karena Kerajaan Mereka Ada Di Daerah Lunto, Lalu Wilayah Itu Dikenalsebagai Sawah Lunto Karena Didaerah Lunto Terdapat Banyak Sawah.

Metro Padang.com

BAGIKAN

LEAVE A REPLY