Jemaah Haji Sumatera Barat Harus Perhatikan Kesehatan Selama di Arab Saudi

1129

ADVETORIAL Biro Humas  SEKDAPROV SUMBAR

7 Juli 2019

Metro Padang.com – Jemaah haji dari embarkarsi Padang Sumatera Barat (Sumbar) akan diberangkatkan sebanyak 6.908 orang di tahun ini, ditambah dengan 37 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) serta 90 petugas kloter.
Disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumbar Hendri, dalam kesempatan yang sama, untuk embarkarsi Padang akan memberangkatkan 18 kloter ke Arab Saudi. Sebanyak 13 kloter jemaah dari Sumbar dengan jumlah 5.005 orang, dan lima kloter jemaah dari Bengkulu dengan jumlah 1.940 orang.

“Satu kelompok terbang dari 388 jemaah haji dan lima petugas kloter. Namun jemaah haji dari Bengkulu tidak lagi menginap di Asrama Haji embarkasi Padang,” lanjut Hendri saat itu.


Ia menjelaskan, perubahan ini karena dampak dari keputusan Menteri Agam RI nomor 142 tahun 2013 tentang Penetapan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya dan Bandara Fatmawati Soekarno Bengkulu sebagai Bandara Embarkasi Haji Antara.
“Nanti jemaah Bengkulu hanya transit di Asrama Haji saja. Lalu, mereka langsung bertolak ke Madinah dari Bandara International Minangkabau (BIM),” tuturnya.
Lebih lanjut Hendri menjelaskan, kloter pertama embarkasi Padang akan mulai masuk ke Asrama Haji Padang pada, Sabtu (6/7/2019) dan jemaah akan diberangkatkan ke Madinah pada Ahad (7/7/2019) mendatang.

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar, Merry Yuliesday, mengatakan, Calon Jemaah Haji (CJH) asal Sumbar yang akan melaksanakan ibadah haji mesti mempersiapkan dirinya, terutama dalam hal kesehatan.

“Untuk itu CJH agar nanti beribadah berjalan dengan lancar selama di tanah suci perlu memperhatikan faktor kesehatan, maka untuk itu sebelum berangkat haji perlu memperhatikan dirinya dengan berolahraga, makan teratur, istirahat cukup dan perbanyak minum air putih selama penerbangan,” ujarnya, Jumat (28/6).

Dikatakan Merry Yuliesday ibadah haji sangat menuntut fisik prima. Perjalanan yang cukup jauh ditambah cuaca di Arab Saudi dan berkumpulnya orang-orang sedunia dapat menimbulkan resiko kelelahan. Karena itu, jemaah haji diharap menjaga kondisi fisiknya.

“Kondisi disana sangat panas dengan tingkat kelembaban rendah membuat tubuh mudah kehilangan cairan. Maka, jemaah haji selama disana kalau bisa minum air putih minimal 8-10 gelas sehari. Banyaklah minum air putih, tak perlu kuatir sering buang air kecil karena disana banyak tersedia toilet,” katanya.

Selain itu, jemaah haji memperhatikan sirkulasi udara selama disana, maka gunakanlah masker ketika keluar, jika dapat masker terbuat dari kain yang bisa dibasahi, ini juga dapat menngantisipasi kekeringan karena perubahan cuaca selama disana.

Kemudian, bagi jemaah ketika berada disana merasakan gangguan kesehatan, agar dapat memeriksakan diri di poliklinik embarkasi atau dokter yang tergabung dalam tim kesehatan haji selama di Arab Saudi.

Ditambahkan Merry, maskapai penerbangan yang mengangkut jemaah haji ke Arab Saudi mesti mempersiapkan diri dalam hal makanan untuk jemaah selama diatas penerbangan. Apalagi, penerbangan menuju tanah suci memakan waktu berjam-jam dengan jarak tempuh yang cukup jauh.

“Sedaiakan makanan yang bergizi bagi jemaah, seperti daging, sayuran dan makanan yang mengandung protein lainnya. Atur pengolahan makanan hingga packing dengan sangat teliti, sebab konsumsi ini dibawah 6 jam sudah dapat dikonsumsi jemaah diatas pesawat. Maka, ini mesti diperhatikan betul oleh maskapai penerbangan, sehingga setelah mendarat jemaah kondisi tubuhnya tetap bugar,” ulasnya.

Ia berharap, jemaah asal Sumbar yang akan melaksanakan haji tetap memerhatikan kesehatannya meskipun ditengah kekhusyukan beribadah di tanah suci. Sehingga, pergi dan pulang dari haji tetap dalam kondisi sehat dan bugar.

Tahun ini jemaah haji dari embarkarsi Padang akan diberangkatkan sebanyak 6.908 orang jemaah haji, ditambah dengan 37 Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) serta 90 petugas kloter. Dengan rincian embarkarsi Padang memberangkatkan 18 kloter ke Arab Saudi. 13 kloter jemaah dari Sumbar dengan jumlah 5.005 orang dan 5 kloter jemaah dari Bengkulu dengan jumlah 1.940 orang, satu kelompok terbang dari 388 jemaah haji dan lima petugas kloter.

Dikatakan Nasrul Abit untuk melaksanakan haji perlu kesehatan dan fisik yang kuat terutama saat tawaf dan sai. Pesan kepada jemaah haji, bagaimana di negara orang membawa nama harum indonesia karena orang Arab Saudi segan dengan orang indonesia. Karena orang Indonesia sopan-sopan, untuk itu mari mari kita jaga nama baik.

“Kepada petugas saya pesankan bagaimana melayani jemaah haji dengan baik. Jangan setelah pulang haji ada keluhan-keluhan yang tidak enak. Layani jemaah dengan baik tanpa membeda-bedakan,” pinta Walikota Kepada petugas yang juga dipipin Kakan Kemenag Bukittinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat Merry Yuliesday

Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menilai jumlah jamaah haji di Sumbar terus mengalami peningkatan, seiring dengan bertambahnya kuota haji secara nasional. Dengan demikian, ia mengimbau jemaah haji agar memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin.
“Kesempatan ini untuk menimba amal ibadah sebanyak mungkin di tanah suci. Apalagi, saat ini untuk berhaji mesti menunggu penantian panjang,” sebutnya usai Pelantikan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkarsi Padang 2019, Selasa (25/6/2019) di Asrama Haji Padang.

Adapun susunan panitia yang terdiri dari Pengarah, Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, Ketua, Hendri, Wakil Ketua 1, Merry Yuliesday, Wakil Ketua II, Heri Nofiardi dan Sekertaris, Efrizal dan berapa bidang lainnya. (red)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY