Dinkes Sumbar : Utamakan Pelayanan Kesehatan Pemudik Lebaran

678

ADVETORIAL  PEMPROV SUMBAR 

2 JUNI 2019

Metro Padang.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) telah mempersiapkan  pelayanan kesehatan bagi pemudik lebaran yang melintasi daerah Sumatera Barat. Hal ini mengingat, diperkirakan pemudik banyak menggunakan jalur darat pada mudik lebaran 1440 hijriyah.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Merry Yuliesday, mengatakan, dalam mudik lebaran, Dinkes juga mempersiapkan layanan kesehatan, bagi pemudik yang kemungkinan mengalami gangguan kesehatan selama berkendara.telah sepakat akan membentuk 89 posko layanan kesehatan lebaran yang menyebar di Sumbar, terutama jalan yang sering dilalui pemudik,” ujar Merry, Senin (27/5).

Merry, mengatakan sebanyak 194 Puskesmas akan beroperasi dan 490 tenaga medis akan memberikan pelayanan bagi pemudik lebaran. Biasanya, sebut dia, saat ini setiap kabupaten/kota telah menyiapkan puskesmas yang ada di setiap daerah. Biasanya H-7 jelang lebaran disiapkan hingga arus balik H+7. “Pelayanan kesehatan juga disiapkan di puskesmas dan RSUD dan swasta selama H minus 7 hingga H plus 7,” ujar Merry.

Merry memperkirakan, akan terjadi peningkatan pemudik di Sumbar yang menggunakan jalur darat. Maka, untuk layanan kesehatannya akan ada di setiap posko yang ada di setiap titik yang didirikan di sepanjang jalur mudik.

“Kebanyakan pemudik lebaran dari informasi yang saya dengar banyak melalui jalur darat. Maka, untuk itu kesehatan pemudik menjadi prioritas kami dari Dinkes Sumbar dengan penempatan petugas kesehatan di beberapa posko pengamanan lebaran,” ujar Merry

“Diperkirakan pemudik yang melintasi daerah Sumatera Barat kebanyakan akan menggunakan transportasi jalur darat, dikarenakan harga maskapai penerbangan yang masih tinggi. Jadi dalam persiapan lebaran ini, tidak hanya soal jalan, tetapi juga soal layanan kesehatan,” katanya, Jumat (24/5/2019).

Ia memperkirakan akan terjadi peningkatan pemudik di Sumatera Barat yang menggunakan jalur darat. Maka, untuk layanan kesehatannya akan ada di setiap posko yang ada di setiap  titik yang didirikan di sepanjang jalur mudik.

“Kebanyakan pemudik lebaran dari informasi yang saya dengar banyak melalui jalur darat. Maka, untuk itu kesehatan pemudik menjadi prioritas kami dari Dinkes Sumatera Barat dengan penempatan petugas kesehatan di beberapa posko pengamanan lebaran,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini setiap kabupaten dan kota tengah menyiapkan posko yang ada di setiap daerah, biasanya H-7 jelang lebaran sudah berdiri posko tersebut hingga arus balik H+7.

Untuk titik poskonya kemungkinan berada di pintu masuk setiap daerah, objek wisata, titik yang rawan akan kecelakaan dan lokasi strategis lainnya.

Selain itu, Puskesmas dan Rumah Sakit juga akan disiagakan 24 jam. Karena, pelayanan tetap jalan meskipun lebaran, apalagi dalam menangani hal yang darurat. Jadi nantinya kepada pemudik bisa menghampiri Puskesmas terdekat saat berada di suatu daerah di Sumatera Barat.

“Jadi untuk Puskesmas dan Rumah Sakit tetap siaga. Kita pastikan petugas kesehatan, seperti dokter, perawat dan lainnya tetap siaga. Begitupun mobil ambulan guna keadaan darurat,” katanya.

Tidak hanya kesiapan yang dilakukan Dinkes Sumatera Barat saja, Merry juga mengingatkan para pemudik untuk tetap memperhatikan kesehatan selama di perjalanan, khusus mereka yang mudik lebaran menggunakan transportasi melalui jalur darat.

“Untuk pemudik yang melalui jalur darat mesti perhatikan kesehatan, sebelum melakukan perjalanan untuk melakukan cek kesehatan terlebih dahulu. Karena, jalur darat ini pasti akan menempuh jarak yang panjang, contohnya pemudik dari Jakarta ke Padang mesti menempuh perjalanan selama 2 hari 1 malam. Pasti kelelahan dan mengantuk akan dialami pemudik,” jelasnya.

Dilanjutkan Merry, agar tetap sehat dan bugar dalam perjalanan, pemudik selamat hingga tujuan, perlu istirahat di setiap perjalanan minimal 6 jam, dan mengkonsumsi makanan saat sahur dan berbuka yang bergizi.

“Istirahat cukup dan makanan yang bergizi, apalagi pemudik saat perjalanan ke kampung halaman masih dalam suasana menjalankan puasa,” katanya.

Kemudian, penuhi asupan cairan untuk tubuh dengan meminum banyak air putih agar tidak dehidrasi saat mudik. Selain itu jangan dipaksakan dalam berkendara, jika lelah, pengendara disarankan untuk berhenti di tempat yang aman untuk beristirahat.“Air putih yang dikonsumsi minimal harus delapan gelas saat sahur dan berbuka, jangan konsumsi minuman yang mengandung pemanis buatan, dan bersoda,” ungkap Merry.

Merry berharap, setiap pemudik dari perantauan yang datang ke Sumatera Barat tetap terjaga kesehatannya setiba di kampung halaman hingga kembali ke perantauan. (tisna)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY