Metro Padang.com-Maraknya Depot Air Minum isi ulang yang beredar di Mentawai, membuat pelaku usaha bersaing dengan ketat, sehingga kualitas air menjadi tidak baik dan higienis di karenakan pelaku usaha ingin mengejar pendistribusian penjualan air keliling kepada masyarakat.

Menghindari agar pengusaha tidak nakal, Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Mentawai terus lakukan pengawasan terhadap air isi ulang dalam galon akan higienisnya.

Pasalnya baru baru ini beberapa masyarakat yang biasa mengkumsumsi air galon isi ulang sempat heboh, masyarakat merasa air yang selama ini di minum ada perubahan rasa dan kualitas air yang sudah berubah dari sebelumnya.

Bisa jadi perubahan terjadi akibat air pegunungan sebagai bahan baku air isi ulang yang tidak mengalir dan tidak adanya siklus perputaran air yang mengalir sehingga air terasa berasa dan menimbulkan kualitas air berkurang menanggapi hal ini Kepala Dinas Kesehatan Lahmuddin Siregar mengatakan, untuk pengawasan terhadap depot air minum yang ada, beberapa minggu lalu kita sudah melakukan pemeriksaan rutin akan layaknya air isi ulang yang di kelola oleh pemilik Depot.

“Ada sekitar 30 Depot air minun yang terdaftar di Dinas Kesehatan, khusus di wilayah Tuapejat ada sekitar tujuh depot air minum yang beroperasi, selebihnya terbagi dalam tiga pulau yang ada,” ujar Lahmuddin saat di konfirmasi MinangkabauNews.com di ruang kerjanya

Dia menyebutkan, dalam satu tahunnya ada empat kali kita melakukan test pemeriksaan ulang, yang mana kita lakukan dalam tiga bulan sekali, paling tidaknya dua kali dalam setahun. Pengawasan ini rutin kita lakukan karena kita juga terus melakukan pemantauan terhadap kualitas air yang di kelola oleh pelaku usaha.

“Dan untuk saat ini, kita sedang menunggu hasil dari pada pemeriksaan yang sudah terlaksana beberapa minggu lalu, hasilnya nanti kita lihat, apakah depot air minum hasilnya masih sama dengan pemeriksaan beberapa bulan yang lalu,” ujarnya.

Kalau ada temuan, ada perubahan dari hasil sebelumnya, kita akan melakukan peneguran serta memberikan arahan.

Dia juga menghimbau, agar pelaku usaha depot air minum dapat meningkatkan kualitas air yang baik, bahan dasar air yang akan di olah oleh pengusaha depot harus jelas, selama ini belum ada kepastian di mana titik air di ambil sebagai bahan baku air isi ulang.

“Jangan pihak konsumen di rugikan, tetapi lakukan pengolahan air sesuai dengan tahap tahapnya, agar air minum yang akan di belih masyarakat terjamin higienisnya, sehingga tidak menimbulkan penyakit,” ucap Lahmuddin.

Sementara itu Kepala Dinas Perindagkop melalui Seksi Promosi Investasi dan Perlindungan Konsumen Ananias mengatakan, untuk melindungi atau pun perlindungan konsumen, pihaknya tidak bisa berbuat apa apa, karena kebijakan akan hal ini sudah di tangan Provinsi. Namun demikian kalau ada pengaduan akan hal ini, kita siap menindak lanjuti.

“Sampai saat ini, laporan masyarakat belum ada, bahwa air minum isi ulang yang di temukan tidak berkualitas, kalau ada akan kita tindak lanjuti,” ujar Ananias di ruang kerjanya.

BAGIKAN

LEAVE A REPLY