Angka Bebas Jentik DBD Terendah Ditemukan Di Sekolah

43

Metro Padang. com – Hasil dari Gerakan Serentak Serbu DBD yang dilaksanakan Sabtu lalu (09/03/2019) di seluruh kelurahan di Kota Padang menunjukkan Angka Bebas Jentik (ABJ) nyamuk aedes aegypti penyebab penyakit DBD terendah di temukan di sekolah, yakni sebesar 56,05%. Sedangkan ABJ di rumah sebesar 84,48%, dan ABJ di masjid/mushalla 81,54%.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani kembali mengimbau seluruh masyarakat Kota Padang agar selalu menjaga kebersihan lingkungan, terutama lingkungan sekolah. Begitu juga halnya dengan lingkungan rumah, masjid/mushalla dan tempat-tempat lain yang berpotensi menjadi tempat berkembangbiaknya jentik nyamuk aedes aegypti.

“Temuan jentik nyamuk penyebab DBD ini merata di seluruh kelurahan di Kota Padang. Dengan demikian, hal ini harus kita sikapi bersama-sama sebelum penyakit DBD mewabah di Kota Padang”, ungkap Ferimulyani, Selasa (12/03/2019).

Lebih lanjut dijelaskan, upaya penanggulangan penyakit DBD yang dilakukan Dinas Kesehatan Kota Padang, Puskesmas dan Gerakan Serentak Serbu DBD tidak akan berarti apa-apa tanpa dukungan seluruh lapisan masyarakat, dengan cara menunjukkan kepeduliannya terhadap kebersihan lingkungan.

“Penanggulangan penyakit DBD di Kota Padang tidak berhenti pada Gerakan Serentak Serbu DBD saja, namun akan tetap berlanjut dengan penyuluhan DBD ke rumah-rumah, di Posyandu, Puskesmas, kampanye melalui poster, pamlet, stiker, dan juga melaksanakan fogging di tempat-tempat rawan DBD. Tetapi, fogging hanya membunuh nyamuk dewasa dan tidak membunuh jentik”, tutur Ferimulyani.

Ditambahkannya, gerakan Serentak Serbu DBD yang diikuti pelajar (serdadu jentik), Ibu-Ibu (Bunda), mahasiswa, organisasi profesi kesehatan, Saka Bakti Husada, Palang Merah Remaja melakukan pemeriksaan terhadap 41.526 rumah, 380 sekolah, dan 455 masjid/mushalla yang tersebar di seluruh kelurahan. (

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

80 − 74 =