Ali Mukhni Ingin Ubah Nama Bandara, Mardison Ingin Hotel Berbintang

63

Metro Padang.com – Surabaya , Bupati Padangpariaman Ali Mukhni dan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin silaturahmi dengan keluarga besar Gebu Minang Jawa Timur di Rumah Gadang Jatim di Jl Gayung, Kebonsari no 64, Surabaya, Jumat (8/2).

Bupati Ali Mukhni pada kesempatan itu berbagi cerita saat ia memimpin Padangpariaman pasca gempa besar 2009. Saat itu, kata dia, siapapun yang menjabat bupati akan dihadapkan pada persoalan ekstra besar sebab mayoritas fasiltas umum porak poranda akibat gempa tersebut.

“Berkat kerja keras dan tidur kadang hanya dua jam sehari, kini pertumbuhan ekonomi Padangpariaman yang terbesar di Sumatera Barat. Pernah mencapai 7,2 persen,” ungkap dia.

Sejumlah keberhasilan ia ekspose. Seperti pembangunan Tarok City yang telah dilirik lima negara, pembangunan jalan tol Padangpariaman-Pekanbaru yang akan dimulai kembali, berjalannya pembangunan asrama haji terbesar di Indonesia di Padangpariaman, pembangunan stadion utama termegah di Asia Tenggara, hingga berdirinya sekolah tinggi ilmu pelayaran terbesar Indonesia di Tiram.

“Semua berkat kerja keras dan atas ridho Allah. Juga dukungan masyarakat ranah dan rantau,” sebutnya.

Ia juga mengutarakan niatnya mengubah nama Bandara Internasional Minangkabau menjadi Bandara Syekh Burhanuddin.

“Saya terus perjuangkan. Syekh Burhanuddin adalah wali Allah, tanpa beliau entah apa agama orang Minang saat ini,” imbuhnya.

Sedangkan Wakil Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin mengajak perantau Minang di Jatim berinvestasi di Pariaman.

Ia bilang, pariwisata Pariaman saat ini tengah mengeliat pesat. Sejumlah destinasi telah dibangun sehingga Pariaman menjadi destinasi wisata keluarga terfavorit di Sumbar.

“Namun jumlah hotel terbatas. Kita mengajak dunsanak di Jatim mau investasi bangun hotel berbintang. Dengan tingkat kunjungan wisata yang terus meningkat, kita belum punya hotel berbintang,” ungkapnya.

Gebu Minang Jawa Timur sendiri merupakan paguyuban terbesar daerah dari Minangkabau di Jawa Timur. Ia bahkan lebih dulu berdiri dibanding Gebu Minang Pusat. Bahkan, di sana telah memiliki Rumah Gadang megah. (rilis)

BAGIKAN

LEAVE A REPLY

14 − 10 =